Rabu, 27 Juli 2011

Tuhan Salah Mengirimkan Jodoh

Mungkin tuhan salah mengirimkan pendamping hidup untukku,kadang aku bertanya dalam hati kenapa tuhan mengirimkan orang yang tak pernah setia,yang tak pernah menjaga mata nya apalagi hatinya.
Aku selalu menangis dengan tingkahnya.
Tak boleh melihat wanita lain mau berparas cantik atau jelek dia selalu jelalatan hingga dia tak pernah menyadari hatiku selalu sakit karena tingkahnya.
Aku jadi ingat mantanku,aku rasa dia lah jodoh terbaikku,dia tak pernah melukai apalagi mengkhianatiku,dia selalu menjaga hati dan matanya,dia tak peduli ada wanita lain disekelilingnya,mungkin hanya aku wanita terindah dimatanya.aku selalu berharap dia lah jodohku tapi tuhan menentukan lain,aku malah mendapatkan suami dengan tingkah yang sangat membuatku muak.
5 tahun menjalani pernikahan sifatnya tak pernah berubah,jika aku bisa meminta aku ingin menikah dengan mantanku saja,ku yakin hari hari yang aku jalani jauh lebih bahagia.
Kami dikaruniai 2 anak perempuan yang berumur 3 dan 1 tahun.Suamiku tipe pria yang sangat bertanggungjawab,kehidupan kami sangat berkecukupan,apa pun kebutuhan dan keinginanku semua terpenuhi,dia juga sangat menyayangi anak anak kami.
Mungkin terlalu picik kalau aku sebagai istri tak mencintainya,tapi aku hanyalah manusia biasa aku punya perasaan,perasaan cemburu yang kadang membuatku hampir gila,jika ditanya alasannya aku dengan tegas menjawab KARENA AKU SANGAT TAKUT KEHILANGAN SUAMI KU,tapi dia tak pernah menyadari itu semua,hati ini pun ragu apa masih ada cinta di hati suamiku untuk ku??
Terlalu banyak perbedaan yg selalu terpaksa untuk disamakan dengan tujuan rumah tangga harmonis walaupun dipikiran kami tak ada satu pun yang sama.
Suamiku terlalu sibuk ke kantor,tak ada sedikit waktu pun untuk ku,dia lebih mentingin pekerjaan dari kebahagiaanku,kami jarang weekend,aku dan anak anak lebih banyak menghabiskan waktu dirumah,dia tak pernah berpikir aku juga butuh hiburan,di ajak jalan keluar.Setiap weekend dan aku memaksa untuk mengajaknya jalan akan berakhir dengan pertengkaran panjang,aku pun mulai malas untuk mengerti.
Mungkin dia berpikir enak keluar rumah bareng teman2nya,bebas,lepas,menikmati setiap wanita yang lewat dan genit menggodanya.Aku juga tak pernah diberi alasan kenapa dia jarang mengajak kami jalan2,mungkin takut ketahuan selingkuhannya atau apa.
Dia melupakan satu hal bahwa aku jenuh menjalani rumah tangga ini,dan akhirnya aku memutuskan untuk menjalani hubungan diam2 dengan mantanku.
Tanpa diketahuinya aku sering keluar rumah janjian di hotel dengan mantanku,menghabiskan banyak waktu,makan malam,belanja,jalan2 dan aku merasakan hangatnya cinta lagi dengan mantanku.
Aku pacaran lagi,dia tak pernah tahu dan tak pernah mau tahu,aku pun tak peduli walaupun kadang takut menyelimuti hatiku jika hubungan ini diketahuinya.
Aku tak bahagia dengan suamiku sendiri,ku berada di posisi yang pernah aku inginkan.
**
2 anakku sibuk dengan mainannya,rumah yg kami ditinggali terbilang mewah semua hasil kerja keras suamiku,kerja seminggu full demi mencapai apa yang dia cita2kan.Tv depan mata ku membuatku sedikit muak,rutinitas seperti ini kadang mematikanku.
Telpon berdering,aku berdiri mendekati meja telpon mengangkatnya malas.Suara diseberang membuatku terpaku,pikiranku melayang,senyum terukir diwajahku mungkin saat ini pipiku merona,dunia terasa berbunga bunga,suara itu kembali terdengar membuarkan lamunanku.
"iya sayang,aku dan anak2 akan siap2",hanya kata kata itu yang keluar dari mulutku.
Apa aku bermimpi atau hanya berhalusinasi,segera ku dandani anak2 yang tampak bingung dengan tingkahku.
"emang mau kemana sih bunda??",tanya si sulung.
"papa mengajak kita makan malam diluar",jawabku sambil ketawa.
Kedua anakku melompat kegirangan,mungkin mereka juga sebahagia aku.
Setengah jam kemudian kami sudah direstoran mewah,mungkin selama 5 tahun ini malam ini malam yang paling indah,tuhan telah mencuci otak suamiku,atau pikirannya sudah terbuka.aku sangat menikmati malam ini.
Sengaja aku dandan cantik,memakai gaun termahal yang kupunya dan high hell biru klasikku,pancaran muka suamiku juga sumringah,dia tampak tampan malam ini,aku merasa berdosa telah mengkhianatinya selama ini.
Setelah memilih meja dan memesan makanan,kami berbincang bincang hangat.
Dua anak ku bergelut manja di pundak ayahnya.
Tak lama kemudian ku lihat seorang wanita modis mendekati meja kami,wanita yang benar2 cantik,setelah menyapa kami ramah dia ikut bergabung bersama kami,perasaanku mulai tak enak begitu juga anak anak,siapa wanita ini??
Suamiku tahu atas kebingunganku,dia mulai membuka suara,
"Sayang,kenalin ini endah teman kantorku".
Aku mengangguk ramah.
"mbak,sebelumnya aku minta maaf mengganggu acara makan malam keluarga ini",ujar wanita itu pelan.
Aku menggeleng pertanda tidak keberatan toh dia cuma teman kantor suamiku,dan anak anak kembali menikmati makanannya.
Keheningan merayapi kami,tak ada satu pun yang buka suara setelah itu restoran ini seperti kuburan hanya dentingan sendok dan garpu saling beradu.
Suamiku menatapku dalam ada gurat kesedihan tiba tiba muncul di bola matanya,aku tambah bingung seperti ada yang disembunyikan dariku..
"sayang",panggil suamiku sambil memegang tanganku.
"aku...",ujarnya terbata,
Aku menunggu kelanjutan dari kata katanya.
"aku harus...menikahi wanita ini",ucapannya seperti tsunami yang menghantam ulu hatiku,anak anak seperti tak peduli karena mereka tak mengerti.
Mukaku pucat,darah diotakku terasa berhenti,amarah di hatiku bergejolak.
"aku hamil mbak,dan ini darah daging suami mbak",ujar perempuan itu sambil memegang perutnya yang tak kusadari agak sedikit buncit.
Langit serasa runtuh,aku berhenti mendengar berhenti menatap dan pandanganku seketika gelap....

Sabtu, 23 Juli 2011

JANGAN REBUT KEBAHAGIAANKU

Aku terhenyak dirumah sambil nonton dvd,film korea dari episode 1 sampai akhir selesai ku tonton,jam dinding berdetak satu kali.sudah jam satu malam,kulit kacang bertebaran di karpet kesayangan ibu,minuman soda tumpah kemana mana.
Malam minggu yang suram tanpa pacar tanpa teman betapa sunyinya hidup di dunia ini.
Kadang aku iri lihat para remaja sibuk di malam yang indah ini.happy2,nongkrong di luar,atau bermesraan di tempat sepi.
**
Senyum tipis terpasang di wajahku,baju kaos hitam ditemani jeans biru ketat dan sepatu kets putih mengantarku kekampus,ku harap tak ada dosen pagi ini,mataku masih mengantuk akibat menonton film korea tadi malam,suasana kampus masih seperti biasa ramai n sibuk dengan mahasiswa yang berebut ilmu,
Aku melangkahkan kaki keperpustakaan tapi langkah itu terhentikan oleh seorang gadis seumuran aku...
"persahabatan emang mahal,tapi menurutku cinta itu hak setiap insan",kata gadis itu.
Aku terdiam melemparkan pandangan ke arah lain.
"maafkan aku keisha,aku emang bukan sahabatmu",katanya lagi.
Aku abaikan semua kata katanya dan pergi meninggalkannya berdiri terpaku dengan rasa bersalah yang dalam.
Gadis tadi melanie sahabat dekatku,gadis cantik berparas putih,tinggi semampai dan berotak cerdas.Persahabatan itu hancur hanya karena seorang cowok.
Kakiku melangkah masuk keperpustakaan,setelah memberikan senyum ke penjaga perpus aku cepat2 memilih tempat duduk paling pojok yang menghadap langsung deretan buku buku.
Aku membenamkan mukaku kemeja dan menangis pelan,banyak masalah yang harus ku hadapi sekarang dan aku pun bingung harus menyelesaikan yang mana.
Kehidupan ini emang penuh dengan masalah yang terlalu susah untuk menemukan jalan keluarnya.
Ponselku bergetar,telpon dari rumah sakit,ada masalah apa lagi pikirku..
***
Ibuku masuk rumah sakit sudah 2minggu terbaring lemah di sebuah ruang icu.ibu menderita serangan jantung ringan,ayahku yang menyebabkan semua ini,
Amarah ini membara di dada saat ku lihat orang yang begitu ku hormati membawa perempuan lain kerumah.perempuan murahan yang membuat keluarga ini hancur,ibu tak sanggup melihat kelakuan ayah lalu jatuh sakit.Aku berjanji di dalam hati demi ibuku suatu saat kan ku balas semua perlakuan mereka.
Masalah tak berhenti di situ saja,melanie sahabat karib ku menjalin cinta dengan tunanganku.Dengan siapa aku harus mengadu,aku cuma anak tunggal dari keluarga kaya raya yang hampir retak.
Ku percepat laju sepeda motorku menuju rumah sakit,telpon dari rumah sakit tadi buat amarahku tambah memuncak,pikiranku kacau tak karuan.
"ku bunuh kau lelaki bejat",kataku penuh emosi.
Motorku berhenti di parkiran rumah sakit paling megah dikota ku.
Langkahku terhenti berdiri laki laki yang hampir 2 tahun ini begitu ku cintai,air mata ku hampir jatuh,ku usap perlahan,kejadian kemaren hampir membuatku bunuh diri,saat ku lihat laki2 yang ku cintai berduaan tanpa busana dengan melanie di kamar kost nya.
Reno memegang tanganku dan menatap mata ku sedih,ku biarkan saja ingin ku peluk tubuhnya karena sebenarnya aku tak mampu menghadapi masalah ini sendiri,tapi ku tepis pikiran itu.
"yang ingin ku nikahi itu kamu sha,bukan melanie,kemaren aku khilaf,tolong maafkan aku",ujar reno penuh rasa bersalah.
"aku ikuti kamu tadi dari kampus,udah beberapa hari kamu menghilang",katanya lagi.
Aku melepaskan genggaman tangannya tanpa sepatah kata keluar dari mulutku.
2 tahun kami tunangan merencanakan menikah tapi dia mengkhianati cinta ini,sukar untuk ku memaafkannya.
Ku percepat langkahku menuju ruang icu,ku lihat ibu masih terbaring lemah sambil memegang sebuah surat,ku rampas surat itu.
Surat cerai dari ayah,ku tatap ibu yang berurai mata,sakit di hatinya pasti tak terobatkan..
***
Ku dobrak pintu rumah,hening rumah sebesar itu sepi tapi ku yakin ada ayah di dalam karena mobil avanza nongkrong dipekarangan,aku melangkah setiap sudut rumah,ku liat ayah sedang makan dengan lahap dimeja makan dan seorang perempuan bergelut manja dipundaknya,aku menatapnya nanar,ayah terkejut dengan kehadiranku begitu juga perempuan itu.
"belum puas kau sakiti ibuku,laki2 bejat",teriakku marah.
Ku lihat ayah berdiri ingin menamparku,cepat2 ku raih pisau di atas meja ku hunuskan ke dada bidang nya.
Darah mengalir cepat,ayah ambruk dilantai,perempuan itu menjerit mencoba lari,ku kejar dengan nafsu beringas ku tarik tangan nya kasar ku tikam pisau tepat di perutnya,perempuan itu pun ambruk.
Aku tertawa keras,tanganku berlumuran darah,cepat2 ku kemaskan baju dan uang dalam koper,pergi melenggang tanpa beban..
Sebelum menutup pintu ku kirim pesan singkat untuk reno dan melanie.
"SUATU SAAT KALIAN AKAN BERNASIB SAMA SEPERTI AYAHKU".
Angin sore berhembus lembut,mengiringi langkah kaki ku..