Sabtu, 23 Juli 2011

JANGAN REBUT KEBAHAGIAANKU

Aku terhenyak dirumah sambil nonton dvd,film korea dari episode 1 sampai akhir selesai ku tonton,jam dinding berdetak satu kali.sudah jam satu malam,kulit kacang bertebaran di karpet kesayangan ibu,minuman soda tumpah kemana mana.
Malam minggu yang suram tanpa pacar tanpa teman betapa sunyinya hidup di dunia ini.
Kadang aku iri lihat para remaja sibuk di malam yang indah ini.happy2,nongkrong di luar,atau bermesraan di tempat sepi.
**
Senyum tipis terpasang di wajahku,baju kaos hitam ditemani jeans biru ketat dan sepatu kets putih mengantarku kekampus,ku harap tak ada dosen pagi ini,mataku masih mengantuk akibat menonton film korea tadi malam,suasana kampus masih seperti biasa ramai n sibuk dengan mahasiswa yang berebut ilmu,
Aku melangkahkan kaki keperpustakaan tapi langkah itu terhentikan oleh seorang gadis seumuran aku...
"persahabatan emang mahal,tapi menurutku cinta itu hak setiap insan",kata gadis itu.
Aku terdiam melemparkan pandangan ke arah lain.
"maafkan aku keisha,aku emang bukan sahabatmu",katanya lagi.
Aku abaikan semua kata katanya dan pergi meninggalkannya berdiri terpaku dengan rasa bersalah yang dalam.
Gadis tadi melanie sahabat dekatku,gadis cantik berparas putih,tinggi semampai dan berotak cerdas.Persahabatan itu hancur hanya karena seorang cowok.
Kakiku melangkah masuk keperpustakaan,setelah memberikan senyum ke penjaga perpus aku cepat2 memilih tempat duduk paling pojok yang menghadap langsung deretan buku buku.
Aku membenamkan mukaku kemeja dan menangis pelan,banyak masalah yang harus ku hadapi sekarang dan aku pun bingung harus menyelesaikan yang mana.
Kehidupan ini emang penuh dengan masalah yang terlalu susah untuk menemukan jalan keluarnya.
Ponselku bergetar,telpon dari rumah sakit,ada masalah apa lagi pikirku..
***
Ibuku masuk rumah sakit sudah 2minggu terbaring lemah di sebuah ruang icu.ibu menderita serangan jantung ringan,ayahku yang menyebabkan semua ini,
Amarah ini membara di dada saat ku lihat orang yang begitu ku hormati membawa perempuan lain kerumah.perempuan murahan yang membuat keluarga ini hancur,ibu tak sanggup melihat kelakuan ayah lalu jatuh sakit.Aku berjanji di dalam hati demi ibuku suatu saat kan ku balas semua perlakuan mereka.
Masalah tak berhenti di situ saja,melanie sahabat karib ku menjalin cinta dengan tunanganku.Dengan siapa aku harus mengadu,aku cuma anak tunggal dari keluarga kaya raya yang hampir retak.
Ku percepat laju sepeda motorku menuju rumah sakit,telpon dari rumah sakit tadi buat amarahku tambah memuncak,pikiranku kacau tak karuan.
"ku bunuh kau lelaki bejat",kataku penuh emosi.
Motorku berhenti di parkiran rumah sakit paling megah dikota ku.
Langkahku terhenti berdiri laki laki yang hampir 2 tahun ini begitu ku cintai,air mata ku hampir jatuh,ku usap perlahan,kejadian kemaren hampir membuatku bunuh diri,saat ku lihat laki2 yang ku cintai berduaan tanpa busana dengan melanie di kamar kost nya.
Reno memegang tanganku dan menatap mata ku sedih,ku biarkan saja ingin ku peluk tubuhnya karena sebenarnya aku tak mampu menghadapi masalah ini sendiri,tapi ku tepis pikiran itu.
"yang ingin ku nikahi itu kamu sha,bukan melanie,kemaren aku khilaf,tolong maafkan aku",ujar reno penuh rasa bersalah.
"aku ikuti kamu tadi dari kampus,udah beberapa hari kamu menghilang",katanya lagi.
Aku melepaskan genggaman tangannya tanpa sepatah kata keluar dari mulutku.
2 tahun kami tunangan merencanakan menikah tapi dia mengkhianati cinta ini,sukar untuk ku memaafkannya.
Ku percepat langkahku menuju ruang icu,ku lihat ibu masih terbaring lemah sambil memegang sebuah surat,ku rampas surat itu.
Surat cerai dari ayah,ku tatap ibu yang berurai mata,sakit di hatinya pasti tak terobatkan..
***
Ku dobrak pintu rumah,hening rumah sebesar itu sepi tapi ku yakin ada ayah di dalam karena mobil avanza nongkrong dipekarangan,aku melangkah setiap sudut rumah,ku liat ayah sedang makan dengan lahap dimeja makan dan seorang perempuan bergelut manja dipundaknya,aku menatapnya nanar,ayah terkejut dengan kehadiranku begitu juga perempuan itu.
"belum puas kau sakiti ibuku,laki2 bejat",teriakku marah.
Ku lihat ayah berdiri ingin menamparku,cepat2 ku raih pisau di atas meja ku hunuskan ke dada bidang nya.
Darah mengalir cepat,ayah ambruk dilantai,perempuan itu menjerit mencoba lari,ku kejar dengan nafsu beringas ku tarik tangan nya kasar ku tikam pisau tepat di perutnya,perempuan itu pun ambruk.
Aku tertawa keras,tanganku berlumuran darah,cepat2 ku kemaskan baju dan uang dalam koper,pergi melenggang tanpa beban..
Sebelum menutup pintu ku kirim pesan singkat untuk reno dan melanie.
"SUATU SAAT KALIAN AKAN BERNASIB SAMA SEPERTI AYAHKU".
Angin sore berhembus lembut,mengiringi langkah kaki ku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar